Jauh Kangen, Dekat Berantem

source
Mungkin banyak orang pernah mengalami masalah ketika jauh dari seseorang merasa rindu tapi jika bertemu dan tinggal bersama jadi sebal dan sering berantem, mungkin dengan teman, mungkin dengan kekasih, kebanyakan kasus dengan saudara. Itulah masalah saya dengan mas saya (kakak kandung laki-laki saya).

Karena orang tua saya hanya memiliki dua anak yaitu saya dan mas saya, otomatis saya hanya punya satu orang sekutu sekaligus musuh, saya bersyukur hanya perlu fokus dengan satu orang. Masa kecil kami kurang lebih sama seperti kebanyakan orang, kami main bersama, bercanda sampai salah satunya menangis atau kesal, kami berantem setiap ada kesempatan dan memperebutkan apapun yang bisa diperebutkan. Masa kecil yang seru, terima kasih, mas.

Belakangan saya jadi sering memikirkannya. Hubungan kami gak lagi seakrab dulu karena satu dan lain hal, apalagi setelah orang tua kembali ke kampung halaman untuk menikmati masa pensiun yang kemudian saya memutuskan untuk tinggal di kos di dekat kantor, setelah sebelumnya saya dan mas sempat tinggal bersama hanya berdua di rumah. Tanpa orang tua di rumah, hidup kami jadi jauh lebih fleksibel pastinya. Bagian terbaiknya adalah tidak ada yang komentar tentang seberantakan apapun kamar saya dan tidak ada yang menyuruh membereskannya, itu adalah sebuah kemerdekaan bagi saya. Bagian terburuknya, jika saya dan mas bertengkar tidak ada yang menengahi dan memperbaiki keadaan.

Tinggal berdua di rumah hanya dengan mas tidak terlalu buruk, kami bisa menempatkan diri dengan tepat, membagi tugas dan tanggung jawab dengan adil, semua berjalan baik tapi gak selamanya. Makin ke sini saya jadi sering kesal dengan mas, begitu juga mas sering uring-uringan gak jelas dan membuat saya menjadi tambah sebal. Tapi kami sama-sama diam paling cuma misuh-misuh sendiri untuk menghindari pecahnya pertengkaran di rumah, kami gak mau menyaingi tetangga sebelah.

Tapi belakangan setelah berbulan-bulan gak tinggal bersama, saya jadi mikirin mas terus, apa mas jadi kesepian gak ada saya di rumah, apa mas jadi repot ngurusin rumah karena gak ada saya yang bantuin, apa mas merindukan saya. Lalu saya tersadar, saya sedang merindukannya.

Dan saya pikir mas juga merindukan saya. Mas gak mengakuinya tentu aja, mas itu tsundere tapi hanya dengan saya, kalo sama pacarnya mas selalu bersikap manis, cih, laki-laki. Saya tau karena setelah beberapa lama gak pulang, dan ketika saya pulang sikapnya jauh lebih bersahabat daripada ketika kami masih serumah dan sering berantem. Mas jadi lebih ramah dan mengakrabkan diri dengan saya. Ketika saya masak juga dimakan tanpa banyak komentar rasanya enak atau gak, sayurnya udah mateng atau belum. Saya juga udah gak merasa sebal atau kesal lagi bahkan kalo seharian mas hanya tidur dan ngoprek motornya atau gak mencuci piring yang habis digunakannya.

Kami memang pernah saling memusuhi dan saling cuek tapi pada akhirnya semua membaik seiring berjalannya waktu. Malah saya pernah merasa sangat kesal sampai membatin kupecat kau jadi kakak!
Ya, tapi itu hal yang gak mungkin, terus malah teringat kenangan manis dengan mas. Dulu waktu kecil mas pernah jadi orang yang paling keren di mata saya. Pernah suatu ketika mungkin saat saya kelas satu atau dua SD, di lingkungan rumah ada anak laki-laki yang selalu bilang suka sama saya, lalu ketika sedang ngumpul main dengan anak-anak lain dan ada mas juga, anak itu bilang ke mas kalo dia suka sama saya dan minta adiknya buat dia aja. Mas ketawa dan saya masih ingat jawabannya, kalo mau adiknya langkahin dulu nih kakaknya, begitu kata mas dengan nada merendahkan sambil menepuk dadanya. Saat itu saya merasa dilindungi.

Ketika awal-awal mas sudah bekerja dan saya masih sekolah mas sering belikan saya makanan dan es krim juga memberi saya uang jajan, itu membuat saya jadi nurut dan rela disuruh-suruh, agak licik memang. Dan entah kenapa saya masih begitu, saya jadi nurut dan loyal sama orang yang sering memberikan makanan, persis kucing.

Ketika sama-sama udah kerja kalo sedang akur mas suka meminta saya untuk menemaninya ke mall, menemani untuk membeli barang-barang elektronik atau pakaian, atau pergi ke kantor bareng dan pulang bareng juga dan sempat dikira saya ini pacarnya.

source
Yah, biar menyebalkan seperti apa saya tetap gak bisa membenci mas, mungkin bagi mas saya juga bukan adik yang baik dan manis, tapi mas tetap memperhatikan saya. Biar bagaimanapun mas adalah kakak saya satu-satunya dan kakak terbaik bagi saya.


Meski seorang teman kecil mas yang mengenal baik kami berdua bilang kalo saya lebih terkesan seperti kakaknya dan lebih dewasa. Mungkin sebenarnya memang yang jadi kakaknya itu saya tapi kebetulan mas lahir lebih dulu dan merebut peran saya. Hahaha.

6 komentar:

  1. Berarti kalo ketemu kakaknya Dwi, entar diminta duduk dulu, turus minta dia buat selonjorin kakinya, lalu perlahan ngelangkahin. biar bisa dpaet adeknya~

    Kenanangan pas lagi main smackdown juga manis itu, Wi. Kudunya ikutan masuk di sini. xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu dulu, kalo sekarang mungkin dites bisa modif motor apa gak, hahaha.

      (-_-) intinya mah demen kalo saya menderita, kan?

      Hapus
    2. Kalo yg seperti itu sepertinya mas ini bisa, sepengamatan saya ribuan hari, dia pernah memodif motor jadi duit. Dijual.

      Mungkin bukan suka, tapi biaa jadi klo menderita bisa didekati. Karna klo lagi senang, dia nggak berani mengganggu. Gitu nggak mas, Haw?

      Hapus
    3. ... itu menjual ya, bukan memodif, tolong dibedakan.

      Hoo, begitukah kak Haw?

      Hapus
  2. Tak kira ini bakal jadi cerita pembuka pas ke Purworejo beberapa minggu lalu.

    “Karena pertengkaran dengan mas inilah, akhirnya saya nekat pergi liburan ke rumah nenek yang ada di Purworejo sana. Dan blalalala…”

    Ternyata enggak. Hahahahaiyalah. Imajinasimu terlalu liar, Nu – Wisnu. Mereka bertengkar juga ngga bakalan sampai separah itu juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha... Itu terlalu drama, mas.
      Kami mah cukup mengunci diri di kamar masing-masing dan puasa ngomong.

      Hapus

Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca, besok baca-baca di sini lagi, yaa..
Semoga harimu menyenangkan. (^.^)/

Diberdayakan oleh Blogger.