Suatu Waktu

23.15


Duduk tersandar pada sebuah batu, lalu kunikmati dinginnya udara saat itu.

Angin yang membelai lembut wajahku.

Memandang jauh ke arah barat, pemandangan indah nan damai, masih

kupikirkan apa yang sangat ingin kulakukan dalam hidup ini, berharap

semesta kan menjawab, semesta yang buta aksara namun tetap berusaha kubaca.

Kupejamkan mata dan kubiarkan melodi statis memenuhi kepala,

menghilangkan semua pikiran-pikiran semu.


Alun-alun Surya Kencana, 5 Desember 2015||15:18

2 komentar:

  1. Wiih... puisinya bikin adem yang baca. Keren kakak. Rasanya damai banget hati.
    Selalu berkarya ya!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih, ya :D
      Yo, terus berkarya!

      Hapus

Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca, besok baca-baca di sini lagi, yaa..
Semoga harimu menyenangkan. (^.^)/

Diberdayakan oleh Blogger.