Seperti apa bahagia bagimu?

22.10
"Bahagia itu sederhana, sesederhana tersenyum dan selalu bersyukur."

Bahagia itu sederhana... sesederhana melihatmu tersenyum kepadaku *eaaa... sesederhana nemu koin Rp500 dikantong celana pas tanggal tua :p .. sesederhana tidur disiang hari... ahh,gue kangen tidur siang :(

Iya sesederhana itulah sebuah kebahagiaan, tapi kenapa ya masih banyak orang yang gak bahagia dan selalu mengeluh tentang kehidupannya? Bahkan ada yang menjadikan mengeluh sebagai hoby, setiap hari mengeluh atau mungkin setiap saat, hal sekecil apapun dikeluhkan, atau mungkin dengan mengeluh dia menjadi bahagia? entahlah. Jujur gue juga masih sering ngeluh, manusia emang gak pernah merasa puas dan terkadang enggan untuk bersyukur, bahkan ketika kita sudah memiliki apa yang kita butuhkan dan inginkan dan kita tetap belum merasa bahagia ..

Sebenarnya topik ini klasik tapi, setelah mendengar perkataan bapak Satoshi (nama disamarkan) tadi di kantor gue jadi mikirin ternyata memang begitu ya alur pemikiran manusia yang memang gak pernah bahkan gak akan pernah puas. Jadi bapak Satoshi ini seorang internal audit, beliau ini tipikal orang yang perfectionist (menurut gue) dan mengerti betul bagaimana menjalankan segalanya sesuai aturan, kemungkinan golongan darahnya A *sotoy* selain itu beliau juga humoris dan selalu nyeletuk hal-hal yg tak terduga dan herannya itu tuh selalu lucu, cocok dah kalo jadi comic dan disuruh stand up, pasti... garing, haha.. gak.. gak.. pasti lucu.
Tadi tiba-tiba aja Pak Satoshi keluar dari persembunyiannya dan ngomong gini (kurang lebih sih kaya gini) :
"Itu liat supir-supir dibawah kayaknya enak ya kalau ketawa seru, walaupun masih kekurangan ibaratnya beli rokok aja cuma sebatang tapi bisa ketawa lepas kaya gitu enak banget." 
Gue yang tadinya konsentrasi lagi nulis jadi nengok dan memperhatikan curahan hati bapak Satoshi, ternyata bener orang yang berkecukupan bahkan lebih secara materi dan kedudukan seperti pak Satoshi ini kadang merasa iri sama orang-orang yang kurang beruntung seperti para supir itu. Memang kehidupan pak Satoshi sepertinya menyenangkan memiliki materi yang lebih, pekerjaan tetap dengan kedudukan yang terjamin, mendapat fasilitas dan tunjangan lebih dari perusahaan, tapi semua itu sepadan dengan apa yang harus dilakukan / diberikan pak Satoshi untuk perusahaan atau mungkin yang selama ini pak Satoshi lakukan untuk perusahaan sudah melebihi dari apa yang diberikan perusahaan. Dan sepertinya pak Satoshi sedang dalam masa stress dengan pekerjaan kantornya jadilah beliau berkata seperti itu.

bekerja sampai stress untuk mengejar materi, dimana letak kebahagiannya?

dengan tersenyum setidaknya hidup ini menjadi lebih bahagia :D
Memang kerja keras tidak akan mengkhianati, pertanyaannya untuk apa kita kerja keras? Kalau kita kerja keras untuk mengejar materi maka kita hanya akan mendapatkan materi saja, kalau kita kerja keras untuk mencari kebahagiaan kita akan mendapatkan kebahagiaan itu dan bonusnya bisa membuat orang lain / orang terdekat kita juga ikut merasakan kebahagiaan itu. Benar begitu?

Kalau gue, jujur gue iri sama mereka yang bekerja dibidang yang menjadi passion mereka sudah pasti mereka bahagia kan, melakukan pekerjaan yang mereka senangi setiap hari, tidak merasa terbebani, dan mendapatkan hasil dari pekerjaannya, ahh... bahagianya :')

Nah.. kalau kalian, apa sih yang membuat kalian bahagia atau hal sederhana apa yang buat kalian bahagia?
Buat yang sudah bekerja, apa kalian sudah merasa bahagia dengan pekerjaan kalian sekarang?

14 komentar:

  1. Bahagia itu sederhana, asal kita merasa nyaman pasti akan bahagia.

    BalasHapus
  2. Bahagia udh terlahir berkecukupan di dunia ini punya keluarga teman sahabat dan orang sekitaryg baik-baik. Walau kadang ngeselin sih haha :p

    BalasHapus
  3. yah, memang sesimpel itu lah bahagia. tapi tidak juga. kita harus memandang dua sisi. bisa jadi, buat para supir, ketawa hanyalah cara mereka untuk mengendurkan pikiran dari masalah dana untuk keluarga.
    jadi, menurut gua sih bahagia itu, memerlukan materi juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya juga, seenggaknya masih bisa bener-bener ketawa lepas, sedangkan si bapak Satoshi ini gak bisa ketawa lepas krn masalah kerjaannya itu. Bahagia, mungkin materi dan kepuasan batin kali ya kak ..

      Hapus
  4. Pancarkan senyuman agar terlihat bahagia, ya walau ada yang fake. #YailahDil. Hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangatin diri sendiri aja ya Dil, hahaha

      Hapus
  5. Bahagia itu : Keadaan dimana kita masih bisa dan mau tersenyum dalam situasi sebaik dan seburuk apapun :) *ngomongapaansih

    BalasHapus
  6. sebenernya bahagia itu sederhana banget. aku seneng tiap kali ada temen yang baca blogku dan bilang lucu terus ngakak. tapi emang, kadang bahagia itu nggak permanen dan bisa ilang, jadi, kadang, kita juga harus nyari itu kebahagiaan yang ilang. ya, kayaknya gitu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmm.. begitu ya...
      Tapi iya sih, buat blogger newbie kaya gue ada yg komentar juga udah bahagia :D

      Hapus
  7. Hae, ladies. maaf baru ngestalk blog lo haha. Sebenernya buat gue bahagia itu sederhana. Dengan bisa bebas terus nulis + internet kenceng + wifi + makanan + kasur, as simple as that = happiness xD haha canda . Jadi gue punya quote gitu yang gue pajang di blog gue, begini bunyinya,"jangan menunggu hidup bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah dan buat hidupmu bahagia". nice posting, anyway.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hae kaka.. ah.. aku terharu ada yang ngestalk =)
      ah iya, itu kebahagian semua blogger atau mungkin kaum muda X)
      whoa.. nice quote '')b
      and thank you ^^

      Hapus

Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca, besok baca-baca di sini lagi, yaa..
Semoga harimu menyenangkan. (^.^)/

Diberdayakan oleh Blogger.